Setiap manusia semestinya memahami hakikat hidupnya didunia. Hakikat
hidup manusia merupakan perumusan komprehensif dari tiga pertanyaan
mendasar: (1) Dari mana manusia berasal?, (2) untuk apa manusia hidup?,
serta (3) kemana manusia setelah mati? Pemahaman ini akan menentukan
corak atau gaya hidup seseorang. Saking pentingnya persoalan ini, sampai
mungkin bisa dikatakan, janganlah kita hidup sebelum memahami apa
sebenarnya hakikat hidup kita ini.
Tapi tidak sedikit
manusia yang tidak memahami, bahkan kehilangan arah hidup. Padahal,
memahami hakikat hidup bukan hal yang sukar. Allah Subhanahu wata'ala
telah memberikan potensi pada diri manusia berupa daya fikir (akal) dan
fitrah yang melekat pada manusia sejak dia diciptakan. Juga telah
dikaruniakan panca-indera sebagai salah satu unsur penting dalam proses
berfikir.
" Wallohu akhrojakum min buthuuni
ummahaatikum laa ta'lamuuna syai'an waja'ala lakumussam'a wal 'abshooro
wal 'afidata la'alakum tasykuruun "*
Artinya:
" Dan
Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan
dan hati agar kalian bersyukur ". Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 78
Semua
sarana ini semestinya bissa digunakan dengan sebaik-baiknya. Kegagalan
manusia dalam memahami hakikat hidupnya, tiada lain karena kelalaian
dan keengganannya menggunakan bekal-bekal tersebut, sehingga arah dan
oreantasi hidupnya menjadi tidak jelas atau menyimpang dari jalan yang
semestinya. Akhirnya hawa nafsu atau bahkan setanlah yang dijadikan
"tuhan", yakni menjadi sumber penentu sikap dan tujuan hidupnya. Orang
sesat seperti ini dicap oleh Allah Subhanahu wata'ala bagaikan binatang
ternak, bahkan lebih rendah lagi daripada itu.
"Walaqod
dzaro-ta lijahannama kasyiiron minaljinni wal-insi lahum quluubun laa
yafqohuuna bihaa walahum a'yunuun laa yubshiruuna biha walahum
aaadzaanun laayasma'uuna bihaa ulaaika kal-an'aami bal hum adzollu
ulaaika humul ghoofiluuna"*
Artinya:
"Dan sesungguhnya Kami
jadikan untuk (isi) neraka Jahannam banyak dari jin dan manusia. Mereka
mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat
Allah), mereka mempunai mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda) kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga,
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka
itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka
itulah orang-orang yang lalai". (Al-Qur'an Surat Al-A'raaf ayat 179)
"Aroayta
manittakhodza ilahahu huwaahu afa-anta tahuunu 'alaihi kiilan (43)
amtahsabu anna akstarohum yasma'uuna awya'qiluuna inhum illaa
kal-an'aami bal hum adlollun sabiilaan (44)"*
Artinya:
"
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
(43) Atau apakah kamu mengira bahwa mereka itu mendengar atau memahami?
Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi jalannya (dari binatang ternak itu) (44). (Al-Qur'an
Surat Al-Furqaan : 43-44)
Jelaslah, memahami hakikat
hidup merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Kegagalan memahami
hakikat hidup merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Kegagalan
memahami hakikat hidup, akan membuat seseorang menjalani kehidupan ini
bagaikan layang-layang putus yang bergerak mengikuti kemana arah angin
berhembus, atau bagaikan kapal berlayar tanpa nahkoda yang bisa saja
menubruk karang, atau dihempaskan ombak kemana saja tanpa tujuan.
Artinya, tanpa arah hidup yang jelas, manusia akan mudah sekali
tersesat, atau bahkan tak mustahil menjadi penentangn Allah Subhanahu
wata'ala sehingga amalnya didunia menjadi sia-sia bagaikan fatamorgana
atau debu beterbangan.
"Ashhabul jannati yauma-idzin khoirun mustaqorron wa-ahsanu maqiilan"*
Artinya :
"
Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan
amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan" (Al-Qur'an Surat Al-Furqan
ayat 24)
*) Lihat lafadz Al-Qur'an nya dalam mushaf Qur'an.
Selasa, 26 Mei 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar