Dear Fam.
Baru saja kami memposting pengumuman perubahan alamat dan beberapa postingan tulisan, namun setelah dipublikasikan ternyata hanya beberapa saat postingan kami tidak muncul lagi. Disayangkannya ternyata postingan terakhir yang muncul adalah tahun 2013. Untuk ketidak nyamanan ini kami mohon maaf sekali. Fam bisa langsung menghubungi twitter kami @Daycare_QA dan telp/SMS kami di 02292556617 atau telp 081214831649.
Terimakaasih banyak
Selasa, 26 Mei 2015
Hakikat Hidup Manusia (Part 1)
Setiap manusia semestinya memahami hakikat hidupnya didunia. Hakikat
hidup manusia merupakan perumusan komprehensif dari tiga pertanyaan
mendasar: (1) Dari mana manusia berasal?, (2) untuk apa manusia hidup?,
serta (3) kemana manusia setelah mati? Pemahaman ini akan menentukan
corak atau gaya hidup seseorang. Saking pentingnya persoalan ini, sampai
mungkin bisa dikatakan, janganlah kita hidup sebelum memahami apa
sebenarnya hakikat hidup kita ini.
Tapi tidak sedikit manusia yang tidak memahami, bahkan kehilangan arah hidup. Padahal, memahami hakikat hidup bukan hal yang sukar. Allah Subhanahu wata'ala telah memberikan potensi pada diri manusia berupa daya fikir (akal) dan fitrah yang melekat pada manusia sejak dia diciptakan. Juga telah dikaruniakan panca-indera sebagai salah satu unsur penting dalam proses berfikir.
" Wallohu akhrojakum min buthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syai'an waja'ala lakumussam'a wal 'abshooro wal 'afidata la'alakum tasykuruun "*
Artinya:
" Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur ". Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 78
Semua sarana ini semestinya bissa digunakan dengan sebaik-baiknya. Kegagalan manusia dalam memahami hakikat hidupnya, tiada lain karena kelalaian dan keengganannya menggunakan bekal-bekal tersebut, sehingga arah dan oreantasi hidupnya menjadi tidak jelas atau menyimpang dari jalan yang semestinya. Akhirnya hawa nafsu atau bahkan setanlah yang dijadikan "tuhan", yakni menjadi sumber penentu sikap dan tujuan hidupnya. Orang sesat seperti ini dicap oleh Allah Subhanahu wata'ala bagaikan binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi daripada itu.
"Walaqod dzaro-ta lijahannama kasyiiron minaljinni wal-insi lahum quluubun laa yafqohuuna bihaa walahum a'yunuun laa yubshiruuna biha walahum aaadzaanun laayasma'uuna bihaa ulaaika kal-an'aami bal hum adzollu ulaaika humul ghoofiluuna"*
Artinya:
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahannam banyak dari jin dan manusia. Mereka mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunai mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda) kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai". (Al-Qur'an Surat Al-A'raaf ayat 179)
"Aroayta manittakhodza ilahahu huwaahu afa-anta tahuunu 'alaihi kiilan (43) amtahsabu anna akstarohum yasma'uuna awya'qiluuna inhum illaa kal-an'aami bal hum adlollun sabiilaan (44)"*
Artinya:
" Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (43) Atau apakah kamu mengira bahwa mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi jalannya (dari binatang ternak itu) (44). (Al-Qur'an Surat Al-Furqaan : 43-44)
Jelaslah, memahami hakikat hidup merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Kegagalan memahami hakikat hidup merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Kegagalan memahami hakikat hidup, akan membuat seseorang menjalani kehidupan ini bagaikan layang-layang putus yang bergerak mengikuti kemana arah angin berhembus, atau bagaikan kapal berlayar tanpa nahkoda yang bisa saja menubruk karang, atau dihempaskan ombak kemana saja tanpa tujuan. Artinya, tanpa arah hidup yang jelas, manusia akan mudah sekali tersesat, atau bahkan tak mustahil menjadi penentangn Allah Subhanahu wata'ala sehingga amalnya didunia menjadi sia-sia bagaikan fatamorgana atau debu beterbangan.
"Ashhabul jannati yauma-idzin khoirun mustaqorron wa-ahsanu maqiilan"*
Artinya :
" Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan" (Al-Qur'an Surat Al-Furqan ayat 24)
*) Lihat lafadz Al-Qur'an nya dalam mushaf Qur'an.
Tapi tidak sedikit manusia yang tidak memahami, bahkan kehilangan arah hidup. Padahal, memahami hakikat hidup bukan hal yang sukar. Allah Subhanahu wata'ala telah memberikan potensi pada diri manusia berupa daya fikir (akal) dan fitrah yang melekat pada manusia sejak dia diciptakan. Juga telah dikaruniakan panca-indera sebagai salah satu unsur penting dalam proses berfikir.
" Wallohu akhrojakum min buthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syai'an waja'ala lakumussam'a wal 'abshooro wal 'afidata la'alakum tasykuruun "*
Artinya:
" Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur ". Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 78
Semua sarana ini semestinya bissa digunakan dengan sebaik-baiknya. Kegagalan manusia dalam memahami hakikat hidupnya, tiada lain karena kelalaian dan keengganannya menggunakan bekal-bekal tersebut, sehingga arah dan oreantasi hidupnya menjadi tidak jelas atau menyimpang dari jalan yang semestinya. Akhirnya hawa nafsu atau bahkan setanlah yang dijadikan "tuhan", yakni menjadi sumber penentu sikap dan tujuan hidupnya. Orang sesat seperti ini dicap oleh Allah Subhanahu wata'ala bagaikan binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi daripada itu.
"Walaqod dzaro-ta lijahannama kasyiiron minaljinni wal-insi lahum quluubun laa yafqohuuna bihaa walahum a'yunuun laa yubshiruuna biha walahum aaadzaanun laayasma'uuna bihaa ulaaika kal-an'aami bal hum adzollu ulaaika humul ghoofiluuna"*
Artinya:
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi) neraka Jahannam banyak dari jin dan manusia. Mereka mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunai mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda) kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai". (Al-Qur'an Surat Al-A'raaf ayat 179)
"Aroayta manittakhodza ilahahu huwaahu afa-anta tahuunu 'alaihi kiilan (43) amtahsabu anna akstarohum yasma'uuna awya'qiluuna inhum illaa kal-an'aami bal hum adlollun sabiilaan (44)"*
Artinya:
" Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (43) Atau apakah kamu mengira bahwa mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi jalannya (dari binatang ternak itu) (44). (Al-Qur'an Surat Al-Furqaan : 43-44)
Jelaslah, memahami hakikat hidup merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Kegagalan memahami hakikat hidup merupakan suatu hal yang sangat fundamental. Kegagalan memahami hakikat hidup, akan membuat seseorang menjalani kehidupan ini bagaikan layang-layang putus yang bergerak mengikuti kemana arah angin berhembus, atau bagaikan kapal berlayar tanpa nahkoda yang bisa saja menubruk karang, atau dihempaskan ombak kemana saja tanpa tujuan. Artinya, tanpa arah hidup yang jelas, manusia akan mudah sekali tersesat, atau bahkan tak mustahil menjadi penentangn Allah Subhanahu wata'ala sehingga amalnya didunia menjadi sia-sia bagaikan fatamorgana atau debu beterbangan.
"Ashhabul jannati yauma-idzin khoirun mustaqorron wa-ahsanu maqiilan"*
Artinya :
" Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan" (Al-Qur'an Surat Al-Furqan ayat 24)
*) Lihat lafadz Al-Qur'an nya dalam mushaf Qur'an.
Pengumuman Alamat Baru
Bismillaahirrahmaanirrahiim
berikut kami sampaikan alamat baru kami, yaitu :
Day Care Qurrota 'Aini
Yayasan Harapan Mutiara Indonesia
Graha Batu Karang - Pesona Cluster 2 No. 55
( berbatasan antara Merkuri Margahayu Raya - Sebelum Grand Sharoon - belakang Kantor PU
belakang Lotte By Pass Soekarno Hatta)
Kel. Cipamokolan - Kec. Rancasari
Bandung 40286
Telp.02292556617 atau tinggalkan SMS
berikut kami sampaikan alamat baru kami, yaitu :
Day Care Qurrota 'Aini
Yayasan Harapan Mutiara Indonesia
Graha Batu Karang - Pesona Cluster 2 No. 55
( berbatasan antara Merkuri Margahayu Raya - Sebelum Grand Sharoon - belakang Kantor PU
belakang Lotte By Pass Soekarno Hatta)
Kel. Cipamokolan - Kec. Rancasari
Bandung 40286
Telp.02292556617 atau tinggalkan SMS
Langganan:
Komentar (Atom)